Minggu, 15 November 2015

Mengingat maaf



n 1  pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda dsb) karena suatu kesalahan; ampun; 2 ungkapan permintaan ampun atau penyesalan 3 ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata maaf dengan begitu berperiperasaan sehingga nalar tak ada kuasa untuk tidak menerima. Dari ketiga definisi diatas, barang kali penggunaan kata maaf sering terucap secara berurutan berdasar penjelasan nomor satu mengenai ampun, nomor dua yang memiliki makna lebih kurang permintaan ampun atas rasa penyesalan dari perbuatan yang telah (tiga) atau akan dibuat. Sungguh manis kala seseorang yang meminta maaf serta menyesal atas perilaku yang sudah terlanjur terjadi diberi maaf oleh si besar hati, meskipun masih ada rasa jengkel atau marah sebiji kemiri. Iya manis, semanis senyum yang mengembang di wajah Ibu ketika melihat anaknya pulang setelah sekian lama.

Representasi diatas menjadi dambaan tiap kepala yang pernah dan yang akan membuat salah. Sehingga saat seseorang mempunyai kesalahan (jika mengikuti alur hidup yang baik) tentu muncul harapan untuk segera dimaafkan layaknya sifat Allah SWT kepada kaumnya, tercermin pada Asmaul Husna (Al ‘Afuww). Bayangkan jika hidup ini baik dan penuh maaf, maka pemenang Moto GP bukan Jorge Lorenzo tapi Valentino Rossi. Hanya orang tidak waras yang tidak ingin dimaafkan, dan sayangnya hidup enggak selalu lurus dan baik. Permintaan maaf yang suci dan ikhlas letaknya jauh di dalam sanubari jangan berpikir kita dapat melihatnya, kita hanya mampu menilai apakah itu maaf palsu atau asli. Pikiran kita terbatas cenderung menilai sesuai ukuran kita. Kemudian takdir yang akan melanjutkan tugasnya.

Dilihat dari sudut pandang peminta maaf, seingat saya, biasanya saya akan berpikir puluhan kali mengapa saya pantas dianggap salah. Mengutip salah satu dosen bahwa pikiran akan selalu memunculkan sebuah pembelaan ketika argumen yang diangkat tidak sesuai kehendak (defence communication). Sangkalan seperti itu selalu terjadi pada kepala tiap individu, setelah tidak mampu bertahan dalam argumennya kemudian muncul kata maaf saat terbukti salah. Hal ini sangat bagus saat seseorang meminta maaf apabila sadar akan kesalahannya. Yang susah adalah seperti beliau-beliau berikut

dari tweet pandji pragiwaksono : +Pandji Pragiwaksono 

Sudah pernah berbuat salah dan meminta maaf di media yang disiarkan di penjuru Indonesia, namun masih ngeyel mencalonkan diri lagi. Diterimakah maaf mereka? Aslikah maaf beliau-beliau?

Bukan berarti zaman sekarang maaf tak memiliki arti, maaf masih memiliki tempat spesial bagi anak yang kurang ajar didepan mata orang tuanya. Maaf juga masih menjadi salah satu cara kita menunjukkan kelemahan kita dihadapan sang Pencipta hingga datangnya hari itu, yang masih menjadi pertanyaan saya apakah maaf kita diterima oleh mantan saat kita mengambil keputusan untuk mengakhiri romantisme yang telah berlalu. A6

Pemaaf bagi saya adalah samudra, luas dan indah. Hanya samudra yang mampu memafaakan bangsat yang pernah membuang sampah di pinggiran pantai yang tersapu ombak ketengah lautan dan sampai di samudra. Tidak ada kenapa serta paksaan dalam memaafkan. Seperti pemaafan bapak Bung (yang bukan orang Jawa) terhadap duetnya yang menggebu dalam membesarkan negara tercinta cara memaafkannya pun terbilang elegan, menggundurkan diri dari jabatan Wapres pada tahun 1956. Pemaaf adalah mayoritas seperti ekor, mereka adalah gelas biasa yang terletak di meja hotel-hotel berbintang, benar-benar tampak mewah. Ada memang pemaaf yang melakukan dengan banyak kedok tapi biarlah, mungkin dalam pikiran lebih baik memaafkan orang tersebut daripada harus berlama-lama menahan rasa marah yang malah menyengsarakan diri sendiri. Cukup ikhlaskan, karena lebih dari itu semua akan percuma.

Semua yang ada di dunia ini ada ketentuannya jadi jangan menyandingkan dua hal yang tidak cocok untuk bersatu. Merajut kembali kisah asmara bersama mantan dibumbui kalimat “maaf dulu pernah mutusin kamu” misalnya.

tulisan lain bisa ditemui di jarsurya.blogspot.co.id dan bisa disapa di @jarsurya

Bagikan

Jangan lewatkan

Mengingat maaf
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
15 November, 2015 20:52

Bahasae kok gak nyantai eh

Reply