Desir peluru masih pekat di memori
otakku
Kala itu . . .
Saat aku tak mampu lagi memutar waktu
Saat aku berjuang menjejak singa-singa
lapar itu
Singa kejam perusak bangsaku
Kala itu . . .
Saat kabut menyelimuti senyum merah
putihku
Saat kekejaman merampas hak dan
kebebasanku
Tapi . . . apalah dayaku?
Inilah aku, tikus kecil yang tak berdaya
Yang tak mampu menerkam singa lapar itu
Inilah aku, satu dari seribu insan yang
rubuh di kala itu
Hanya setumpah darah, dan segores luka
Semampu kaki dan sekuat raga
Yang mampu ku persembahkan padamu
Indonesiaku . . .
OLEH: NANDA AYU EKA SAFITRI
Bagikan
PUISI
4/
5
Oleh
Unknown
