Perilaku Seks Bebas Remaja Dominasi
Faktor Penularaan HIV/AIDS di Jember
Bobroknya tatanan moral dewasa ini
memang tidak dapat dielakkan lagi . Hal ini terbukti dengan maraknya tindakan
penyelewengan yang dilakukan oleh masyarakat, terutama generasi muda, generasi
yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam memajukan bangsa ini .
Salah satu masalah sosial
yang sudah mengglobal saat ini adalah masalah seks bebas yang banyak
terjadi pada kalangan remaja. Banyak dari mereka yang masuk ke lembah hitam
tanpa mereka sadari. Dampak terburuk dari seks yang dilakukan secara
bebas adalah penularan virus HIV/Aids yang hingga kini AIDS
merupakan penyakit mematikan yang belum ada obatnya.
Seks adalah kata yang sangat tidak asing
di telinga kita, tetapi anehnya seringkali kita merasa tabu dan agak malu-malu
jika menyinggungnya.Di dalam kamus, seks sebenarnya mempunyai dua arti, yaitu
seks yang berarti jenis kelamin atau gender, dan seks yang berarti melakukan
aktivitas seksual, yaitu hubungan penyatuan antara dua individu dalam konteks
gender.
KBRN, Jember: Klinik VCT RSD.Dr.Soebandi
Jember mencatat angka penularaan HIV/Aids di Kabupaten Jember terus mengalami
peningkatan jumlah kasus, rata-rata ditemukan sekitar 100 orang pasien baru per
bulannya.
Ironisnya, Sebagiaan besar pasien yang
datang melakukan pemeriksaan sudah dalam kondisi Stadium empat. Menurut
Konselor Klinik VCT.Rsd.Dr.Soebandi Jember, Dr Yustina Evi, jumlah penderita
HIV/Aids di Kabupaten Jember saat ini sudah mencapai hampir 2.000 pasien yang
ditemukan merata di seluruh kecamatan.
“Penyebaran virus HIV/Aids sudah merata di
31 kecamataan, terbanyak ada di Kecamataan Puger dengan jumlah kasusnya saat
ini sudah sekitar 253 pasien, yang banyak tertular yaitu para penguna jasa PSK,
sedangkan di Kecamataan Wuluhan untuk bulan ini juga mengalami peningkataan
signifikan dengan pasien tertular paling banyak adalah kalangan remaja,” terang
Evy kepada RRI, Minggu (26/10/2014).
Ditambahkan olehnya, jika dilihat dari
faktor resiko, untuk penularaan virus HIV/Aids di kabupaten jember lebih
dominan dikarenakan faktor prilaku seks bebas, sedangkan untuk penguna jarum
suntik lebih banyak didominasi pasien dari luar kabupaten.
“Penularan HIV/Aids karena faktor
Hetroseksual ada 1232 kasus, disusul Homoseksual 101 kasus, penguna narkoba
jarum suntik terdapat 55 kasus namun pasien itu sebagiaan besar berasal dari
luar kota seperti Surabaya,” imbuhnya.
Dia mengimbau masyarakat
untuk menghindari perilaku seks bebas, mengonsumsi narkoba, dan berperilaku
seks menyimpang, agar tidak tertular virus HIV/AIDS yang hingga kini belum
ditemukan obatnya. (GL/AKS)
Adapun dampak dari free seks bagi kesehatan diantaranya adalah:
1. Dampak
Fisik
a. Untuk perempuan dibawah usia 17 tahun yang
pernah melakukan hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker
serviks.
b. Beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS
yang bisa menyebabkan kemandulan bahkan kematian.
c. Terjadinya KTD (Kehamilan yang Tidak
Diinginkan) hingga tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan,
kanker rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.
2.
Dampak Psikologis yang seringkali terlupakan
Ketika melakukan free seks di dalam diri pelaku akan selalu muncul rasa
bersalah,marah,sedih,menyesal,malu,kesepian,tidak punya
bantuan,binggung,stress,benci pada diri sendiri,benci pada orang yang
terlibat,takut tidak jelas,insomnia (sulit tidur),kehilangan percaya diri,
gangguan makan,kehilangan konsentrasi,depresi,berduka,tidak bisa memaafkan diri
sendiri,takut akan hukuman Tuhan,mimpi buruk, merasa hampa.
Perilaku seks bebas
dapat dicegah melalui keluarga.Keluarga adalah pilihan yang tepat untuk
membicarakan masalah yang dihadapi anak.Sehubungan dengan pertumbuhan dan
perkembangannya.Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam
meningkatkan kualitas hidup remaja dengan cara mengarahkan dan membimbing sikap
dan perilaku, mengenal kepribadian dan watak anak,mampu menciptakan suasana
yang menyenangkan dalam membina hubungan yang akrab antara orang tua dan anak.
Seks bebas juga dapat dicegah melalui keinginan diri sendiri.Remaja harus
memikirkan lebih lanjut tentang dampak negatif yang akan ditimbulkan.
Pemerintah juga sangat berperan dalam usaha penanggulangan seks bebas
dikalangan remaja seperti mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah.Dalam hal
ini,pemerintah harus menjadi orang yang terdepan dalam menanggulangi
oknum-oknum yang sudah membuat para remaja melakukan seks bebas.Peran
pemerintah diantaranya:
- Memblokir situs-situs
pornografi
- Mengembangkan program
pendidikan seks bebas dengan bahan resmi untuk disediakan disekolah.
Mengapa pegetahuan akan seks sangat
penting? Mungkin kita baru menyadari betapa pentingnya pendidikan sekskarena
banyak kasus pergaulan bebas muncul di kalangan remaja dewasa
ini. Kalau kita berbicara tentang pergaulan bebas, hal ini
sebenarnya sudah muncul dari dulu, hanya saja sekarang ini terlihat semakin
parah. Pergaulan bebas remaja ini bisa juga karena dipicu dengan semakin
canggihnya kemajuan teknologi, juga sekaligus dari faktor perekonomian global.
Namun,jika kita hanya menyalahkan itu semua juga bukanlah hal yang tepat. Yang
terpenting adalah bagaimana kita mampu memberikan pendidikan seks (sex education) kepada
generasi muda agar generasi muda tidak salah dalam melangkah.
Bagikan
opini
4/
5
Oleh
Unknown
