Minggu, 29 November 2015

opini

Perilaku Seks Bebas Remaja Dominasi Faktor Penularaan HIV/AIDS di  Jember

Bobroknya tatanan moral dewasa ini memang tidak dapat dielakkan lagi . Hal ini terbukti dengan maraknya tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh masyarakat, terutama generasi muda, generasi yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam memajukan bangsa ini .
Salah satu masalah sosial yang sudah mengglobal saat ini adalah masalah seks bebas yang banyak terjadi pada kalangan remaja. Banyak dari mereka yang masuk ke lembah hitam tanpa mereka sadari. Dampak terburuk dari seks yang dilakukan secara bebas  adalah penularan virus HIV/Aids yang hingga kini AIDS merupakan penyakit mematikan yang belum ada obatnya.
Seks adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita, tetapi anehnya seringkali kita merasa tabu dan agak malu-malu jika menyinggungnya.Di dalam kamus, seks sebenarnya mempunyai dua arti, yaitu seks yang berarti jenis kelamin atau gender, dan seks yang berarti melakukan aktivitas seksual, yaitu hubungan penyatuan antara dua individu dalam konteks gender.
KBRN, Jember: Klinik VCT RSD.Dr.Soebandi Jember mencatat angka penularaan HIV/Aids di Kabupaten Jember terus mengalami peningkatan jumlah kasus, rata-rata ditemukan sekitar 100 orang pasien baru per bulannya.
Ironisnya, Sebagiaan besar pasien yang datang melakukan pemeriksaan sudah dalam  kondisi Stadium empat. Menurut Konselor Klinik VCT.Rsd.Dr.Soebandi Jember, Dr Yustina Evi, jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Jember saat ini sudah mencapai hampir 2.000 pasien yang ditemukan merata di seluruh kecamatan.
“Penyebaran virus HIV/Aids sudah merata di 31 kecamataan, terbanyak ada di Kecamataan Puger dengan jumlah kasusnya saat ini sudah sekitar 253 pasien, yang banyak tertular yaitu para penguna jasa PSK, sedangkan di Kecamataan Wuluhan untuk bulan ini juga mengalami peningkataan signifikan dengan pasien tertular paling banyak adalah kalangan remaja,” terang Evy kepada RRI, Minggu (26/10/2014).
Ditambahkan olehnya, jika dilihat dari faktor resiko, untuk penularaan virus HIV/Aids di kabupaten jember lebih dominan dikarenakan faktor prilaku seks bebas, sedangkan untuk penguna jarum suntik lebih banyak didominasi pasien dari luar kabupaten.
“Penularan HIV/Aids karena faktor Hetroseksual ada 1232 kasus, disusul Homoseksual 101 kasus, penguna narkoba jarum suntik terdapat 55 kasus namun pasien itu sebagiaan besar berasal dari luar kota seperti Surabaya,” imbuhnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku seks bebas, mengonsumsi narkoba, dan berperilaku seks menyimpang, agar tidak tertular virus HIV/AIDS yang hingga kini belum ditemukan obatnya. (GL/AKS)
Adapun dampak dari free seks bagi kesehatan diantaranya adalah: 
            1.     Dampak Fisik
a.     Untuk perempuan dibawah usia 17 tahun yang pernah melakukan hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker serviks.
b.     Beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS yang bisa menyebabkan kemandulan bahkan kematian.
c.      Terjadinya KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kanker rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.
            2.     Dampak Psikologis yang seringkali terlupakan
Ketika melakukan free seks di dalam diri pelaku akan selalu muncul rasa bersalah,marah,sedih,menyesal,malu,kesepian,tidak punya bantuan,binggung,stress,benci pada diri sendiri,benci pada orang yang terlibat,takut tidak jelas,insomnia (sulit tidur),kehilangan percaya diri, gangguan makan,kehilangan konsentrasi,depresi,berduka,tidak bisa memaafkan diri sendiri,takut akan hukuman Tuhan,mimpi buruk, merasa hampa.
          Perilaku seks bebas dapat dicegah melalui keluarga.Keluarga adalah pilihan yang tepat untuk membicarakan masalah yang dihadapi anak.Sehubungan dengan pertumbuhan dan perkembangannya.Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup remaja dengan cara mengarahkan dan membimbing sikap dan perilaku, mengenal kepribadian dan watak anak,mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam membina hubungan yang akrab antara orang tua dan anak.
Seks bebas juga dapat dicegah melalui keinginan diri sendiri.Remaja harus memikirkan lebih lanjut tentang dampak negatif yang akan ditimbulkan.
Pemerintah juga sangat berperan dalam usaha penanggulangan seks bebas dikalangan remaja seperti mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah.Dalam hal ini,pemerintah harus menjadi orang yang terdepan dalam menanggulangi oknum-oknum yang sudah membuat para remaja melakukan seks bebas.Peran pemerintah diantaranya:
-         Memblokir situs-situs pornografi
-         Mengembangkan program pendidikan seks bebas dengan bahan resmi untuk disediakan disekolah.
Mengapa pegetahuan akan seks sangat penting? Mungkin kita baru menyadari betapa pentingnya pendidikan sekskarena banyak kasus pergaulan bebas muncul di kalangan remaja dewasa ini. Kalau kita berbicara tentang pergaulan bebas, hal ini sebenarnya sudah muncul dari dulu, hanya saja sekarang ini terlihat semakin parah. Pergaulan bebas remaja ini bisa juga karena dipicu dengan semakin canggihnya kemajuan teknologi, juga sekaligus dari faktor perekonomian global. Namun,jika kita hanya menyalahkan itu semua juga bukanlah hal yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memberikan pendidikan seks (sex education) kepada generasi muda agar generasi muda tidak salah dalam melangkah.

Bagikan

Jangan lewatkan

opini
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.