Minggu, 29 November 2015

Lemahnya Pendidikan di Indonesia
Di setiap negara baik negara maju maupun negara yang sedang berkembang, pasti memiliki masalah-masalah yang ada di masyarakatnya saat ini. Seperti di indonesia misalnya, masih banyak masalah-masalah yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah, seperti kemiskinan, pengangguran, dan masalah pendidikan. Kurangnya pendidikan merupakan salah satu masalah yang terjadi dalam masyarakat seperti anak-anak yang lebih memilih untuk membantu orang tuanya dalam mencari nafkah, hal ini disebabkan karena ketidakmampuan mereka dalam membiayai sekolah anak mereka.
            Di sisi inilah saya merasa bahwa pendidikan di Indonesia masih kurang baik. Padahal pendidikan ini sendiri memiliki makna sebagai bekal untuk menuju ke hal-hal yang lebih baik setiap orang. Pendidikan itu harus mencakup segala aspek penting dalam diri tiap-tiap individu, terutama aspek kepribadian. Aspek-aspek yang lain yang berpengaruh dalam kehidupan antar lain kecerdasan, keagaaman, akhlak, dan bagaimana cara yang baik dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Saya mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia masih kurang karena sebagai contoh kecil saja, tidak semua sekolah memiliki atau memenuhi dalam standar pendidikan. Selain itu, seperti yang saya sebutkan di atas tadi bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang belum merasakan pendidikan yang layak, ada yang putus sekolah, dan bahkan belum pernah mengenyam pendidikan. Bahkan di Indonesia, ijasah pun bisa dibeli. Di Indonesia masih banyak sekolah yang belum dikategorikan layak untuk dipakai sebagai tempat kegiatan belajar-mengajar. Hal itu disebabkan karena bantuan dari pemerintah yang masih sangat kurang.  Pemerintah Indonesia juga kurang memperhatikan sekolah-sekolah yang berada di bagian timur Indonesia atau bagian pelosok-pelosok. Sungguh keadaan ini adalah suatau keadaan yang sangat memprihatinkan. Dimana anak-anak Indonesia yang kurang mampu, namun memiliki semangat belajar yang tinggi. Lagi-lagi hal ini disebabkan oleh keadaan ekonomi  mereka yang membuat pendidikan mereka terhambat, sehingga proses belajar mereka sering terganggu. Seperti misalnya atap yang bocor saat hujan, atau bangku yang sudah lapuk. Bagaimana pemerintah bisa tidak menyadari keadaan yang sangat memprihatinkan ini, padahal di media sering memberitakan tentang pendidikan di Indonesia.
            Lagi-lagi semua karena uang. Tanpa uang, pemerintah tidak bisa berjalan. Tanpa uang, pemerintah tak akan bisa bergerak. Korupsi juga disinyalir menjadi salah satu penyebab pendidikan kita tidak bisa maju. Korupsi uang dana bantuan sekolah. Tentu saja yang dirugikan adalah pihak/kalangan bawah karena uang yang seharusnya mereka bisa terima untuk biaya pendidikan ternyata malah disalahgunakan menjadi uang korupsi. Apalagi yang menjadi koruptor justru ternyata orang-orang yang berpendidikan tinggi. Hal ini sangat mencoreng moral aspek pendidikan.
            Kita sebagai manusia, pasti mempunyai  tujuan atau cita-cita. Dan dari sekolah lah kita bisa memulai belajar untuk bisa menggapai tujuan/cita-cita kita.kita belajar, mendapatakan ilmu dan mendapatkan ijasah yang bisa kita gunakan untuk ke jenjang/tahap berikutnya.  Namun karena uang, banyak mereka yang merupakan oknum yang tidak bertanggung jawab menyediakan/menjual ijasah. Ijasah jadi bisa dibeli. Ini sangat tidak adil. Bagaimana dengan mereka yang berjuang selama sekolah agar bisa mendapat ijasah, dan bagaimana dengan mereka, kalangan bawah yang tidak memiliki uang untuk membeli? Ini sangat tidak adil.mereka yang membeli ijasah beserta nilainya bisa mendapat kedudukan/jabatan yang tinggi. Sedangkan mereka yang tidak mampu, bagaimana? Masih adakah kesempatan bagi mereka untuk bersaing dengan mereka yang punya ijasah beli? . sekarang di Indonesia yang menjadi modal bukanlah skill atau kemampuan, namun seberapa besar uang sogokan yang bisa diberikan. Mungkin ini telah menjadi rahasia umum dimana mereka yang akan masuk akademi kepolisian, tentara atau yang lain harus membayar berjuta-juta rupiah hanya agar bisa diterima di akademi tersebut. Andai pemerintah bisa lebih tegas lagi, maka tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan lagi.  Selain itu resiko yang dihadapi pemerintah kedepannya dengan adanya hal tersebut akan semakin besar. Hal ini disebabkan karena kurangnya aspek kegamaan, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.
Kembali ke mereka yang kurang mampu, banyak anak-anak yang tidak bersekolah karena tidak memiliki uang dan waktu. Mereka harus menghabiskan hari-hari mereka dengan bekerja, yang seharusnya menjadi kewajiban orang tua mereka. Mereka kebanyakan mencari uang dengan menjadi pengamen, loper koran, bahkan ada yang menjadi pengemis. Sangat menyedihkan mengetahui mereka masih di bawah umur. Harusnya mereka menghabiskan hari-hari mereka dengan sekolah, bermain bersama teman sebaya. Bagaimana dengan masa depan mereka kelak? Mereka hanya berharap bisa mengetahui pentingnya pendidikan ini, tidak perlu mewah, tetapi bisa membuat mereka mengerti. Saya yakin banyak sukarelawan yang ingin membantu demi masa depan mereka. Memang Indonesia masih memiliki banyak kekurangan di bidang pendidikan ini. Tapi apakah Indonesia tidak memiliki kelebihan? Tentu saja ada, hanya saja kelebihan ini bukan untuk dipamerkan. Daripada pamer tentang kelebihan lebih baik membahas tentang kekurangan dan mencarikan solusinya, iya kan?


Oleh: Rian Rahma

Bagikan

Jangan lewatkan

4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.