oleh:Inten Tamimi
Dewasa
ini sering kita lihat di persimpangan jalan kota atau di persimpangan lampu
merah saja banyak anak kecil sedang berlalu lalang di tengah terik nya
matahari. Sebenarnya apa yang mereka lakukan ? Mereka sedang mencari nafkah
untuk memenuhi kebutuhan dengan cara mengamen atau dengan meminta – minta belas
kasihan. Apa yang bisa dibayangkan dari fenomena tersebut? Bahwa dengan tubuh
sekecil mereka, dengan usia mereka yang berkisar antara 9-15 tahun harus turun
ke jalan harus merasakan kerasnya kehidupan bahkan harus tidur di jalan atau di
depan toko.
Padahal,
seusia mereka seharusnya merasakan indahnya bangku sekolah, mengenyam
pendidikan, memakai seragam dan lain sebagainya. Kebanyakan dari mereka tidak
memilikki biaya untuk sekolah dan akhirnya putus sekolah dan memilih mengamen
untuk memenuhi kebutuhan, karena orang tua pun pasti sudah tidak mampu sampai
akhirnya membiarkan anaknya mengamen di selusur jalan kota. Dinas Pendidikan
Kabupaten Malang menyatakan angka putus sekolah di Kabupaten Malang masih
sangat tinggi.
Data
di Dinas Pendidikan menyebutkan angka putus sekolah untuk anak usia wajib
sekolah mencapai 27.220 orang. Jumlah itu berasal dari usia 7-12 tahun (2.438
orang) dan usia 13-15 tahun sebesar 24.782 orang. Itu masih di kota Malang
belum di kota – kota yang lainnya bahkan di provinsi yang lainnya, berapa juta
anak yang putus sekolah itu sangat disayangkan dan perlu ditinjau kembali.
Faktor
yang menyebabkan banyak nya anak jalanan atau anak yang putus sekolah adalah
salah satunya karena keterbatasan ekonomi orang tua dan juga kurangnya
perhatian orang tua terhadap anak, ini merupakan awal pemicu tindakan anak yang
berujung mencuri, mengamen yang kesemua itu demi terpenuhinya kebutuhan mereka.
Tetapi
pada era sekarang sudah banyak bantuan yang diberikan Pemerintah kepada anak –
anak yang putus sekolah seperti contoh “Program BSM (Bantuan Siswa Miskin) ”. Program
Bantuan Siswa Miskin (BSM), selanjutnya disebut Program (BSM) adalah program
nasional yang bertujuan untuk : (1) mengurangi
kendala siswa miskin untuk bersekolah, (2)
membantu siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik,
(3) mencegah putus sekolah, dan (4) menarik siswa miskin untuk kembali bersekolah.
Semoga
dengan banyaknya bantuan dari Pemerintah dapat memutus rantai kemiskinan dan
membantu anak – anak yang ingin sekolah
agar bisa sekolah kembali dan meraih cita – cita yang diinginkan dan menjadi
generasi penerus bangsa. Meskipun mungkin untuk saat ini bantuan yang diberikan
Pemerintah kurang merata karena kita tahu masih banyaknya anak jalanan yang
berkeliaran, semoga ke depannya nanti bisa lebih merata dan lebih banyak
perbaikan. J
Bagikan
Pendidikan
4/
5
Oleh
Unknown
