Selasa, 17 November 2015

Pendidikan


Artikel Opini
oleh:Inten Tamimi


Dewasa ini sering kita lihat di persimpangan jalan kota atau di persimpangan lampu merah saja banyak anak kecil sedang berlalu lalang di tengah terik nya matahari. Sebenarnya apa yang mereka lakukan ? Mereka sedang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dengan cara mengamen atau dengan meminta – minta belas kasihan. Apa yang bisa dibayangkan dari fenomena tersebut? Bahwa dengan tubuh sekecil mereka, dengan usia mereka yang berkisar antara 9-15 tahun harus turun ke jalan harus merasakan kerasnya kehidupan bahkan harus tidur di jalan atau di depan toko.
Padahal, seusia mereka seharusnya merasakan indahnya bangku sekolah, mengenyam pendidikan, memakai seragam dan lain sebagainya. Kebanyakan dari mereka tidak memilikki biaya untuk sekolah dan akhirnya putus sekolah dan memilih mengamen untuk memenuhi kebutuhan, karena orang tua pun pasti sudah tidak mampu sampai akhirnya membiarkan anaknya mengamen di selusur jalan kota. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan angka putus sekolah di Kabupaten Malang masih sangat tinggi.
Data di Dinas Pendidikan menyebutkan angka putus sekolah untuk anak usia wajib sekolah mencapai 27.220 orang. Jumlah itu berasal dari usia 7-12 tahun (2.438 orang) dan usia 13-15 tahun sebesar 24.782 orang. Itu masih di kota Malang belum di kota – kota yang lainnya bahkan di provinsi yang lainnya, berapa juta anak yang putus sekolah itu sangat disayangkan dan perlu ditinjau kembali.
Faktor yang menyebabkan banyak nya anak jalanan atau anak yang putus sekolah adalah salah satunya karena keterbatasan ekonomi orang tua dan juga kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, ini merupakan awal pemicu tindakan anak yang berujung mencuri, mengamen yang kesemua itu demi terpenuhinya kebutuhan mereka.
Tetapi pada era sekarang sudah banyak bantuan yang diberikan Pemerintah kepada anak – anak yang putus sekolah seperti contoh “Program BSM (Bantuan Siswa Miskin) ”. Program Bantuan Siswa Miskin (BSM), selanjutnya disebut Program (BSM) adalah program nasional yang bertujuan untuk : (1) mengurangi kendala siswa miskin untuk bersekolah, (2) membantu siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik, (3) mencegah putus sekolah, dan (4) menarik siswa miskin untuk kembali bersekolah.
Semoga dengan banyaknya bantuan dari Pemerintah dapat memutus rantai kemiskinan dan membantu anak – anak  yang ingin sekolah agar bisa sekolah kembali dan meraih cita – cita yang diinginkan dan menjadi generasi penerus bangsa. Meskipun mungkin untuk saat ini bantuan yang diberikan Pemerintah kurang merata karena kita tahu masih banyaknya anak jalanan yang berkeliaran, semoga ke depannya nanti bisa lebih merata dan lebih banyak perbaikan. J


Bagikan

Jangan lewatkan

Pendidikan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.